Vektor
Vektor merupakan suatu ruas garis yang memiliki besaran
(ukuran panjang/nilai) dan arah.
vektor merupakan
besaran yang punya nilai dan arah. Nilai vektor bergantung pada arah tiap-tiap
komponennya. Komponen x akan bernilai positif jika arahnya ke kanan dan
bernilai negatif jika arahnya ke kiri. Sementara itu, komponen y akan bernilai
positif jika arahnya ke atas dan bernilai negatif jika arahnya ke bawah.
Vektor biasanya diberi nama menggunakan huruf kecil
(misal a) atau titik-titik yang menghubungkannya
(misal PQ).
Pada gambar tersebut terdapat transformasi titik A dengan
vektor u hasilnya adalah titik B, dengan pengertian yang
sama vektor u merupakan garis berarah
dari titik A ke titik B.
Vektor pada gambar tersebut dapat dinotasikan sebagai berikut.
Vektor AB tersebut memiiki pangkal vektor yang terletak pada
titik A dan ujung vektor yang terletak pada titik B. Berkaitan dengan kesamaan
dua vektor, dua vektor dapat dikatakan sebagai vektor yang sama jika nilai
(panjang vektor) dan arahnya sama.
Vektor pada bidang
Vektor pada bidang bisa disebut juga sebagai vektor dua
dimensi. Pada vektor dua dimensi, kita akan mengenal yang namanya vektor
posisi.
Vektor
Posisi adalah vektor yang berpangkal di pusat koordinat (0,0) dan
berujung di suatu titik (x,y).
perhatikan gambar di bawah, terdapat dua buah ruas garis,
yaitu OP
dan OR. Kita misalkan
ruas garis OP sebagai
vektor p dan ruas
garis OR sebagai
vektor r. Vektor p termasuk
vektor posisi karena memiliki pangkal di pusat koordinat O(0,0) dan ujung di
titik P(4,2). Sama halnya dengan vektor r yang juga
merupakan vektor posisi karena berpangkal di titik O(0,0) dan ujung di titik
R(2,4). Vektor memliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu antara
lain:
1. Vektor posisi merupakan
vektor yang memiliki titik awal di 0 (0,0) serta berakhir pada titik A (a1,a2).
2.
Vektor satuan adalah sebuah vektor yang mempunyai panjang satu – satuan.
Vektor satuan .3. Vektor nol merupakan
vektor yang memiliki panjang tidak jelas, karena panjangnya nol dan dinotasikan
dengan 0 4.

Panjang vektor
Hiperbola
Hiperbola adalah bentuk irisan kerucut terakhir yang akan diulas. Komponen penyusun parabola adalah kurva, asimtot, garis arah (dirtektris), titik fokus, titik puncak, dan lain sebagainya. Semua komponen penyusun hiperbola saling berkaitan sehingga dapat dirumuskan sebuah persamaan umum. Nantinya, akan diberikan rumus persamaan umum hiperbola. Sebelumnya, perhatikan unsur-unsur penyusun hiperbola berikut.
Berikut ini adalah gambar hiperbola horizontal dan hiperbola vertikal beserta keterangan unsur-unsur penyusunnya.
- Hiperbola Horizontal
- Hiperbola Vertikal
Selanjutnya, akan diulas persamaan yang terdapat pada hiperbola. Untuk pembahasan yang pertama adalah hiperbola dengan pusat O(0,0).
Berikut ini adalah rumus umum pada hiperbola dengan pusat O(0,0).
Selanjutnya adalah hiperbola, baik hiperbola horizontal atau hiperbola vertikal, dengan pusat P(p, q).
Perhatikan dua bentuk hiperbola yang diberikan di bawah.
Rumus umum yang dapat digunakan sesuai dua gambar di atas dapat dilihat pada gambar di bawah.
Parabola
Bentuk parabola menyerupai
kurva mulus pada persamaan kuadrat. Materi parabola yang akan dibahas di sini meliputi parabola dengan bentuk terbuka ke atas atau ke bawah dan parabola dengan bentuk terbuka ke samping kanan atau kiri. Bentuk parabola ini sesuai dengan persamaan yang membentuknya.
Dua bentuk parabola dapat dilihat pada gambar di bawah.
- Parabola horizontal

- Parabola vertikal

Pertama, ulasan yang akan dibahas adala parabola dengan titik puncak O(0, 0). Bentuk umum persamaan parobola, baik untuk parabola horizontal atau parabola vertikal adalah sebagai berikut.
Perhatikan dua bentuk parabola, horizontal dan vertikal, pada gambar di bawah.
Bentuk umum persamaan parabola horizontal dan vertikal adalah sebagai berikut.
Kedua, ulasan yang akan dibahas adalah parabola dengan titik puncak P(a, b). Bentuk umum persamaan parobola, baik untuk parabola horizontal atau parabola vertikal adalah sebagai berikut.
Perhatikan dua bentuk parabola, horizontal dan vertikal, pada gambar di bawah.
Bentuk umum persamaan kedua parabola, horizontal dan vertikal, dapat dilihat pada tabel di bawah.
Elips
Hasil potongan dari irisan kerucut berikutnya yang akan dibahas adalah elips. Bentuk elips seperti lingkaran yang dipipihkan. Elips dibedakan menjadi dua, yaitu elips horizontal dan elips vertikal. Bagian-bagian elips yang penting untuk diketahui adalah sumbu mayor, sumbu minor, fokus elips, puncak elips, pusat elips, lactus rectum, dan lain sebagainya
Lihat lebih lengkapnya pada gambar di bawah.
Elips Horizontal
Elips Vertikal
Berikutnya, akan diulas materi tentang persamaan elips, baik untuk elips horizontal dan elips vertikal.
- Elips Horizontal
Perhatikan dua buah elips dengan dua pusat yang berbeda seperti pada gambar di bawah.
Berdasarkan dua elips di atas, akan diperoleh persamaan-persamaan di bawah.
- Elips Vertikal
Berikut ini adalah dua gambar elips vertikal dengan pusat O dan P.
Berdasarkan dua elips di atas, akan diperoleh persamaan umum elips di bawah.
Pada elips, hubungan antara puncak dan fokus (hubungan a, b, dan c) memenuhi persamaan di bawah.
Jika a > b (elips horizontal):
Jika a < b (elips vertikal)
Lingkaran
Bentuk potongan irisan kerucut jika dipotong
sebuah bidang dengan arah mendatar adalah lingkaran. Pembahasan materi irisan
kerucut berupa bentuk lingkaran meliputi bentuk umum persamaan lingkaran dengan
jari-jari dan pusat yang berbeda. Bentuk umum persamaan lingkaran dibedakan
menjadi dua, yaitu berdasarkan pusat. Apakah pusat lingkaran berada di pusat
koordinat kartesius O (0, 0) atau berada di suatu titik pada koordinat
kartesius P(a, b). Selain itu, ada satu bentuk persamaan lingkaran yang
diberikan dalam bentuk lain, yaitu x2 + y2 +
Ax + By + C = 0.
Simak ulasan persamaan rumus lingkaran lebih
lengkapnya pada materi di bawah.
1.
Persamaan lingkaran
dengan pusat O(0, 0) dengan jari-jari r
Berikut ini adalah
gambar lingkaran dan persamaan umum lingkaran dengan pusat O(0, 0) dan
jari-jari r.
2.
Persamaan lingkaran
dengan pusat P(a, b) dengan jari-jari r
Berikut ini adalah
gambar lingkaran dan persamaan umum lingkaran dengan pusat P(a, b) dan
jari-jari r.
3.
Bentuk umum persamaan
lingkaran II
Selain dua bentuk umum
persamaan lingkaran yang telah diberikan di atas, ada juga bentuk umum
persamaan lingkaran yang dapat digunakan untuk keduanya. Bentuk umum persamaan
lingkaran tersebut adalah sebagai berikut.